Minggu, 16 Desember 2012

RUANG LINGKUP IAD, ISD, IBD



Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          
Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) pada dasarnya adalah untuk membantu perkembangan pendidikan bagi mahasiswa, agar memperoleh ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota terpelajar Indonesia, sehingga tidak saja golongan terpelajar itu mendapat pengetahuan keterampilan tetapi juga menunjukan kepribadian yang khas sesuai dengan nilai-nilai hukum bangsa sendiri.pendidikan ini bersifat intelektual dan yang bersifat kejiwaan guna mendidik kepribadian sebgai keseluruhan agar kaum terpelajar menjadi ahli ilmu pengetahuan yang dapat mengembangkan nusa ,bangsa,Negara dan pribadi sesuai dengan pancasila.
MKDU pada perguruan tinggi dikelompokan menjadi 2 bagian, pada kelompok pertama, diharapkan dapat memberi pedoman-pedoman untuk bertindak sebagai warga Negara yang terpelajar,yang meliputi mata kuliah:
1.      Agama
2.      Pancasila
3.      Kewiraan
Ketiga mata kuliah tersebut diatas merupakan mata kuliah intrakulikuler yang diwajibkan kepada semua mahasiswayang dinilai dan ikut  menentukan kenaikan tingkat, jenjang pendidikan dan ujian-ujian.
Pada kelompok kedua, diharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa berkenaan dengan lingkungan alamiah,lingkungan sosial dan meliputi mata kuliah:
1.      Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
2.      Ilmu Sosial Dasar (ISD)
3.      Ilmu Budaya Dasar (IBD) [1]

Berikut pemaparan tentang ketiga mata kuliah pada kelompok kedua yaitu Ilmu Alamiah Dasar (IAD),Ilmu Sosial Dasar (ISD),dan Ilmu Budaya Dasar (IBD) :

A.    ILMU ALAMIAH DASAR (IAD)

Ilmu Alamiah Dasar (IAD) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta,termasuk dimuka bumi,sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Fakta-fakta tentang gejala alam/gejala kebendaan yang diselidiki,dan diuji berulang-ulang melalui percobaan-percobaan (eksperimen), kemudian atas dasar hasil eksperimen itulah dirumuskan keterangan ilmiahnya (teorinya). Teori tidak dapat  berdiri sendiri,melainkan harus didasari oleh suatu pengamatan untuk meyakinkan sesuatunya. Dari rasa ingin tahu manusia yang merupakan suatu ciri khas manusia yang dikaruniai oleh Allah kepadanya yang terus menerus berkembang dan seolah-olah tanpa batas akan menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri,sehingga timbullah berbagai pengamatan tentang benda-benda disekelilingnya,alam sekitarnya,bulan,bintang dan matahari yang dipandangnya,bahkan ia pun ingin tahu tentang dirinya sendiri. [2]
Sementara itu, displin-disiplin Ilmu Alamiah Dasar adalah : fisika, kimia, astronomi, geologi, meteorology, serta biologi. Ilmu Alamiah Dasar juga memiliki ruang lingkupnya tersendiri, diantara ruang lingkup dalam Ilmu Alamiah Dasar ini dikhususkan mengkaji tentang alam, yakni ada beberapa ruang lingkup,diantaranya tentang :
a.       Kelahiran alam semesta
1)      Mengenal alam semesta
2)      Teori terbentuknya alam semesta
3)      Teori ledakan(big bang)
Teori ledakan ini bertolak dengan adanya suatu massa dan berat jenis yang sangat besar,meledak dengan hebat karena adanya reaksi ini. Massa yTeori ledakan ini bertolak dengan adanya suatu massa dan berat jenis yang sangat besar,meledak dengan hebat karena adanya reaksi ini. Massa itu kemudianberserakan dan mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan.


b.      Teori ekspansi dan teori kontraksi
Teori ini berlandaskan pikiran bahwa ada suatu siklus dan alam semesta, yaitu “masa Ekspansi/mengembang” dan “masa Kontraksi/mengerut” di duga bahwa siklus ini berlangsung dalam waktu 30 milyar tahun sekali.
c.       Tata Surya
Surya adalah kata lain dari matahari. Tata Surya berarti adanya suatu organisasi yang teratur pada matahari.
d.      Bumi
Teori tentang kejadian bumi :
1)      Teori kant laplacedi
Alam raya sudah ada alam yang telah berputar, semakin lama semakin mendingin. Perputaran ini mengakibatkan pendataran di bagian kutub-kutubnya dan menimbun materi  dibagian khatulistiwanya yang merupakan daerah paling tidak stabil ketika perputaran semakin cepat, bagian tersebut akan terlepas materi dan masa asal. Kemudian mengambil kondensasi, akhirnya menjadi padat berputar mengelilingi masa asal. Massa asal tersebut menjadi matahari dan bagian terlepas setelah padat menjadi planet.
2)      Teori  Chamberlain dan Maulton
Mereka mengemukakan suatu teori tentang matahari dan bumi, teorinya terkenal dengan teori planetesimal.
3)      Teori   jean dan jefreys
Bintang besar yang jauh lebih besar dari matahari memiliki gaya tarik yang sangat kuat terhadap matahari,akibatnya akan terjadi gelombang pasang pada permukaan matahari yang menyerupai gunung yang sangat tinggi dan menyerupai lidah raksasa yang berupa gas sangat panas. Selanjutnya mengalami pemadatan kemudian pecah menjadi benda-benda tersendiri yang disebut planet.
e.       Asal mula kehidupan dibumi [3]



B.     ILMU SOSIAL DASAR (ISD)

Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu yang mempelajari sosial manusia dilingkungan sekitar, seperti sosiologi,ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi, sosiologi,dan lain-lain. Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan suatu ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri seperti Pengantar Sosiologi,Pengantar Ilmu Hukum,Pengantar Ilmu Ekonomi,dan sebagainya, melainkan berasal dari berbagai bidang keahlian sebagai sarana untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Ilmu Sosial Dasar (ISD) memberikan dasar-dasar pengetahuan tentang konsep untuk mengkaji gejala sosial,sehingga mahasiswa diharapkan mampu  mengahadapi dan memberikan alternatif pemecahan masalah-masalah sosial. [4]
Latar belakang diberikannya Ilmu Sosial Dasar di Perguruan Tinggi karena akibat dari banyaknya kritikan-kritikan yang ditunjukan kepada sistem pendidikan di perguruan tinggi bahwa sistem pendidikan yang diberikan masih bersifat kolonial dan merupakan warisan dari system pendidikan pemerintahan belanda,yang pendidikannya masih tidak mengenali dimensi-dimensi lain diluar disiplin keilmuannya. Perguruan tinggi dianggap seolah-olah tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya serta perkembangan masyarakat.
Sedangkan tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan mempunyai tiga kemampuan yaitu :
1.      Kemampuan personal
2.      Kemampuan akademik
3.      Kemampuan professional

Diantara ketiga kemampuan diatas yang diharapkan untuk dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon tenaga ahli adalah kemampuan personal dan ditanamkan pada mata kuliah dasar umum yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan agar mahasiswa tidak terbatas pada bidang kehlian masing-masing, tetapi dapat membantu dirinya sendiri dan menempatkan diri dalam perkembangan masyarakat.
Ada dua masalah yang dipakai sebagai pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup Ilmu Sosial Dasar : pertama, berbagai aspek yang merupakan suatu masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri atau pendekatan gabungan antar bidang. Kedua, adanya keragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat.
Masalah sosial dan Ilmu Sosial Dasar tidaklah sama, disebabkan karena perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam. Masalah tersebut dapat sosial, politik, moral,dan lain-lain. Yang membedakan masalah ini ada hubungannya dengan nilai moral dan pranata sosial. Menurut masyarakat, bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial. Sedangkan menurut para ahli bahwa suatu kondisi yang terwujud dalam masyarakat berdasarkan atas studi mempunyai sifat yang menimbulkan kekacauan.[5]

C.    ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu Budaya Dasar biasanya dibagi atas tiga kelompok yaitu seni (sastra, musik,seni rupa, seni tari dan berpidato), Sejarah, dan Agama Filsafat.
Sejak manusia hidup dalam kondisi sederhana,seni menempati posisi yang penting dalam kehidupannya sehari-hari. Sejarah umat manusia juga menunjukan bahwa dalam seni dalam seni itu terdapat beberapa dari kebanyakan ekspresi manusia yang menonjol dalam pengertiannya atas eksistensinya sendiri. Adapun deni rupa dan music seringkali masih sekadar diajarkan untuk keteampiln seni belaka, jadi belumlah sebagai pemberian bekal pemerkaya pemilikan budaya intelek bersama.
Sejarah yang diajarkan sebagai disiplin yang menelaah manusia dalam dimensi waktu dengan menggunakan telaahnya pada masa lampaunya. Manusioa disitu dilukiskan sebagai ciptaan Allah, makhluk pencipta budaya,pencipta peradaban, melalui perubahan, pengajar sejarah bermaksud mengertikan isi pengalaman untuk manusia di masa lampau serta kondisinya sekarang sebagaimana terdapat dalam berbagai kelompok kehidupan. Mahasiswa yang mempelajari sejarah diharapkan menemukan identitasnya sebagai pribadi, sebagai anggota masyrakat agama, sebagai warga suatu nasion dan sebagai warga umat manusia.. sehubungan itu sejarah kebudayaan haruslah lebih ditonjolkan dari sejarah politik dan sejarah ekonomi.
Retorika yang terbagi menjadi jenis lisan yang tertulis seringkali sebagai suatu keterampilan belaka dengan akibat bahwa yang dicapai melalui retorika tertulis hanyalah materi obyektif atau mekanisme mengungkapkan berdasarkan tata bahasa melalui komposisi tertulis. Padahal tujuan yang sebenarnya dari retorika tertulis adalah melatih mahasiswa untuk berlaku berdasarkan logika yang layak. Sehubungan itu semuanya, ditetepkan bahwa retorika diajarkan sebagai keterampilan itu harus lain dengan diberikan melalui sejarah  sastra dan kritik sastra. Dalam menjalankan retorika tertulis mahasiswa diajak bergaul dengan logika informal, khususnya bidang yang terkenal dengan sebutan logical fallacies atau logika semu.[6]

1.      Ilmu Budaya Dasar Sebagai Komponen Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)
Seperti yang sudah kita kethui bahwa Ilmu budaya dasar bukanlah ilmu yang monolit atau ilmu yang tunggal,ia lebih tepat disebut sebagai “ilmu gabungan”,yang secara bersama-sama atau sendiri-sendiri dapat dipakai sebagai alat untuk memecahkan berbagai masalah ynag dihadapi manusia sebagai makhluk yang berbudaya,baik dalam kedudukabbya sebagai makhluk individu,makhluk sosial, maupun makhluk ciptaan Tuhan.
Komponen yang paling utama dalam membentuk Ilmu Budaya Dasar itu ada empat:
a.      Filsafat
Filsafat yang sering disebut sebagai induk ilmu,merupakan ilmu yang berusaha member jawab atas pertanyaan-pertanyaan yang sangat esensial. Melalui filsafat atau melalui jawaban-jawaban yang diberikan oleh filsafat, orang akan mengetahui mengenai sesuatu yang dipertanyakan tersebut.dalam hubungannya dengan maksud untuk mengetahui hakikat “manusia sebagai makhluk berbudaya”,filsafat khususnya filsafat manusia,akan mengarahkan wawasannya terhadap cirri-ciri khas manusia yang membedakan dari makhluk-makhluk lain. Filsafat yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang esensial tentang manusia,seperti apa atau siapakah manusia itu,dari mana ia berasal dan meu kemana,apa yang membuat ia bertindak,dan sebagainya.
b.      Teologi
Teologi atau yang sering disebut ilmu agama akan mengajarkan banyak tentang manusia,sejarahnya,tujuan,tugas dan tanggung jawabnya didunia sebagai makhluk ciptaan tuhan. Teologi juga membekali manusia untuk mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan menusia sebagai pelaku kebudayaan. Teologi juga memperkenalkan kepada manusia tentang nilai-nilai yang patut didambakandemi kebahagiaan hidupnya,baik hidup didunia maupun hidup di akherat kelak. Teologi membekali manusia untuk mendapatkan kebahagiaan jasmanio dan rohani. Pendek kata hanya teologilah yang mampu menuntun manusia menjadi “insan kamil” atau manusia yang utuh dan sempurna.
c.       Sejarah
Sejarah juga memberikan andil kepada manusia untuk mengerti siapa dia sebenarnya itu. Sejarah menceritakan kepada kita bagaimana orang-orang yang terdahulu hidup dalam arti yang seluas-luasnya,tentang adat istiadatnya, pandangan hidupnya,bahkan asal usulnya. Sejarah akanmemperkenalkan manusia lebih banyak dari sisi lahirnya,maka seni akan melengkapi dengan lebih banyak menekankan dari sisi batinnya. Sebab seni merupakan perwujudan tanggapan manusia,baik pikiran maupun perasaannya mengenai hidup dan kehidupan yang mengelilinginya.
d.      Seni
Seni ada;ah perwujudan kekaguman sekaligus penghargaan manusia terhadap keindahandan nilai-nilai yang ditemuinya dalam kehidupannya. Seni dapat pula dikatakan sebagai bukti keunggulan manusia diantara makhluk-makhluk lain ciptaan tuhan. Dalam seni manusia mencari identitas,identitas dirinya dalam usaha mencari jawab atas pertanyaan “siapa dia, siapa engkau, dan siapa aku”? dalam seni pula manusia akan meraih “the ultimate reality” atau hakikat kenyataan.
Seni seperti kita ketahui, diciptakan orang bukan sekedar untuk mengabadikan keindahan yang bersifat indrawi, melainkan juga dimaksudkan untuk menyampaikan gagasan atau ide-ide dan nilai-nilai yang menjadi dambaan tiap manusia. Seni bukan hanya memberikan kepuasan dan kenikmatan bagi penanggap atau konsumen saja, melainkan juga kekayaan yang tinggi nilainya. Sebab seni dapat memperluas budi nurani manusia, karena disamping dasar estetik, dalam seni terdapat dasar etik atau moral yang diperjuangkan. Maka setiap seni itu indah,dan setiap yang indah mengandung kebaikan, dan kebenaran. Dengan demikian setiap seni menyampaikan kebaikan dan kebenaran.
Ilmu budaya dasar sebagai Mata Kuliah wajib di perguruan tinggi adalah terjemahan dari istilah basic Humanities atau pendidikan humaniora, humanior dalam bahasa Latin berarti manusiawi. Sementara itu filsuf Indonesia mardiatmodjo menunjukan bahwaa menegaskan perlunya humaniora bagi pendidikan  berarti menempatkan manusia ditengah-tengah proses pendidikan.
Adapun sumbangan humaniora kepada proses pendidikan menurut baliau ada tiga, yang dengan pengalimatan singkatnya sebagai berikut:
1.      Menyatuderapkan pengembangan pikiran (rasio) dengan hati (rasa)
2.      Memperkenalkan kepada anak didik nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan abadi
3.      Mengerjasamakan pendidik dengan anak didik serta teori dengan praktek


2.      Ilmu Budaya Dasar Sebagai Ilmu Kemanusiaan
Ilmu Budaya Dasar termasuk ilmu baru di Indonesia. Sekitar tahun 1970 ilmu tersebut baru diperkenalkan oleh para cendekiawan kita, walaupun dalam nama yang lain sebenarnya telah dikenal orang jauh sebelum tahun 1930.
Ilmu budaya dasar bukanlah ilmu monolit yang sudah merupakan “body of knowledge” (tubuh keilmuan),karena sasaran ilum ini adalah masalah-masalah manusia dan budayanya, mencakup filsafat, teologi, sejarah, seni dan cabang-cabangnya, termasuk seni sastra, seni music, seni lukis,dan sebagainya. Ilmu budaya dasar lebiH tepat kiranya jika dipandang sebagai suatu system pendekatan yang memenfaatkan ilmu-ilmu tersebut dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang dihadapi manusia dalam kedudukannya sebagai makhluk berbudaya.
Ilmu budaya dasar yang kita kenal ini,di luar negeri terutama di Negara-negara barat dikenal dengan istilah ”himaniora”, yang merupakan istilah lain dari “the humanities”. Istilah itu berasal dari bahasa latin “humanus” yang artinya manusiawi,berbudaya dan halus. Istilah Ilmu Budaya Dasar yang kita kenal sekarang ini, sebetulnya merupakanterjemahan atau alih bahasa dari ”basic Humanities”. Yang pertama kali menggunakan kata itu sekaligus memprakarsai di masukannya ilmu tersebut kedalam kurikulum pendidikan kita adalah Prof. Dr. Harsya. W. Bachtiar.
Disamping istilah Ilmu Budaya Dasar, untuk ilmu yang sama ada yang menyebut “Ilmu Kemanusiaan”, dan ada pula yang menyebut ”pengetahuan budaya”. Menurut M. Suprihadi Sastrosupono misalnya, kurang setuju kalau pendidikan humaniora disebtu dengan “Ilmu Budaya Dasar”. Sebab ia ia berpendapat bahwa istilah Ilmu Budaya Dasar dapat mengiring orang kepada suatu pengertian sebagai ilmu yang berbicara tentang dasar-dasar ilmu budaya, atau member kesan tentang ilmu budaya yang paling dasar, sehingga ditafsirkan sebagai pengantar kebudayaan.
Memang ilmu budaya dasar tidak dapat disamakan dengan pengetahuan budaya. Sebab pengetahuan budaya hanya membatasi diri pada bidang filsafat dan seni, sedangkan ilmu budaya dasar mempunyai cakupan yang lebih luas.
Menurut m Habib Mustopo dalam buku “manusia dan budaya”. Ilmu Budaya Dasar berusaha memberikan konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-maslah manusia dan kebudayaan. Sedangkan menurut Andy Zoeltom mengatakan bahwa sebagai ilmu yang berbicara tentang nilai-nilai yang dihadapi oleh manusia dalam hidupnya sehari-hari.
Dalam usaha manusia menemukan nilai-nilaiyang dirindukannya sesuai dengan kedudukannya sebagai “homohumanus” atau sebagai makhluk berbudaya,baik sebagai makhluk individu,makhluk sosial maupun makhluk ciptaan Tuhan. Dua kekayaan manusia yang membedakan manusia dengan makhluk lain ialah akal dan budi, memungkinkanmunculnya cipta, karsa, dan rasa pada diri manusia.
Karena akal dan budi ini lahirlah pola dan cara hidup manusia yang berbeda dengan pola dan cara hidup makhluk lain. Sehingga pada satu sisi lahirlah usaha-usaha manusia untuk menguasai alamdemi menciptakan kehidupan yang dirasanya menyenangkan. Pada sisi lain hal ini dapat dipastikan memungkinkan timbulnya berbagai masalah yang dampaknya mengenai pihak-pihak lain, baik manusia lain, makhluk lain, maupun alm sekitarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan suatu barang agar manusia hidup lebih enak, menusia memandang perlu mendirikan pabrik yang menghasilkan barang tersebut. Tentulah memerlukan tanah yang luasdan juga tenaga kerja yang cukup, baik sebelum, selama, maupun setelah pabrik itu berproduksi. Ternyata semua kegiatan ynag menyangkut pendirian pabrik dan pengadaan barang tersebut akan menimbulkan berbagai masalah, misalnya: pembebaasan tanah, pengubahan fungsi tanah, hubungan kerja antara buruh dengan pabrik, pembuangan air limbah dan sebagainya.
Disinilah Ilmu Budaya Dasar berbicara, sebab dengan bantuan bekal pendidikan Ilmu Budaya Dasar diharapkan semua masalah dapat diselesaikan secara manusiawi, dalam pengertian tidak sampai menimbulkan kerugian bagi semua pihak yang terlibat. Jangan sampai masing-masing pihak hanya memandang masalah itu dari segi kepentingannya sendiri, melainkan juga memikirkan kepentingan pihak lain. Jelasla sosok Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu kebudayaan atau sebangsanya, melainkan ilmu yang diharapkan mampu menjadikan manusia yang mempelajari lebih berbudaya dan lebih manusiawi. [7]


[1] Widagdho ,djoko dkk, ilmu budaya dasar, bumi aksara, Jakarta,2008, hal. 1-2
[2] Notowidagdo, Rohiman, ilmu budaya dasar berdasrkan alqur’an dan hadits, cet.2, Jakarta ,1997,hal.10
[3] http//www.google.com, “konsep dan prospektif Ilmu Alamiah Dasar”.
[4] Ibid , hal. 11-12

[5]
[6] M. Suprihadi, Sastrosupono, Ilmu Budaya Dasar, cet. I, UKSW, Salatiga,1984, hal. 4
[7] Widagdho, Djoko dkk, Ilmu Budaya Dasar, Bumi Aksara, Jakarta, 2008, hal. 5-17

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar