Jumat, 05 Oktober 2012

Remaja dan Perkembangannya



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Remaja dan Perkembangannya (18-22 Tahun)
A. 1.  Pengertian Remaja
Masa remaja menurut mappiare (1982), berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai 21 tahun bagi pria. Rentang usia remaja ini dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu usia 12/13 tahun sampai 17/18 tahun adalah remaja awal dan 17/18 tahun sampai 21/22 tahun adalah remaja akhir. Menurut hukum di amerika serikat saat ini, individu dianggap dewasa apabila telah mencapai usia 18 tahun,dan bukan 21 tahun seperti ketentuan sebelumnya (Hurlock, 1991). Pada usia 18 tahun,umumnya anak masih duduk dibangku sekolah menengah atas.
Remaja, yang dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari bahasa latin adolescere yang artinya “tumbuh dan tumbuh untuk mencapai kematangan”. Istilah adolescence sesungguhnya memiliki arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik. Pandangan ini didukung oleh Piaget, yang menyatakanbahwa secara psikologis, remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama,atau paling tidak sejajar. Memasuki masyarakat dewasa ini mengandung banyak aspek afektif, lebih atau kurang dari usia pubertas.[1]
Pubertas(puberty) ialah suatu periode dimana kematangan kerangka dan seksual terjadi dengan pesat terutama pada awal masa remaja. Kematangan seksual merupakan suatu rangkaian dari perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja, yang ditandai dengan perubahan pada ciri-ciri seks primer dan ciri-ciri seks sekunder.[2]
Remaja sebetulnya tidak mempunyai tempat yang jelas, mereka sudah tidak termaduk anak-anak, tetapi juga belum dapat diterima sebagai orang dewasa. Remaja ada diantara anak-anak dan orang dewasa. Oleh karena itu, remaja seringkali disebut dengan fase “ mencari jati diri” atau fase “topan dan badai”. Yang namanya remaja, mereka masih belum mampu memfungsikan dan menguasai secara maksimal fungsi fisik maupun psikisnya (Monks dkk. 1989 ). Namun, yang perlu ditekankan disini adalah bahwa fase remaja merupakan fase perkembangan yang tengah berada pada masa amat potensial, baik dilihat dari aspek kognitif, emosi, maupun fisik.[3]
Ø  REMAJA MENURUT HUKUM
Konsep remaja merupakan konsep yang relatif baru, yang muncul kira-kira era industrialisasi merata di Negara-negara yang maju. Dengan perkataan lain, masalah remaja baru menjadi pusat perhatian ilmu-ilmu sosial dalam 100 tahun terakhir ini saja. Tidak mengherankan kalau dalam berbagai undang-undang yang ada diberbagai Negara tidak dikenal istilah “remaja”. Di Indonesia sendiri, konsep remaja tidak dikenal dalam sebagian undang-undang yang berlaku.hukum Indonesia hanya mengenal anak-anak dan dewasa, walaupun batasan yang diberikan untuk itu pun bermacam-macam.
Hukum perdata misalnya, memberikan batas usia 21 tahun (atau kurang dari itu tetapi sudah menikah) untuk menyatakan kedewasaan seseorang. Disisi lain hukum pidana memberikan batasan 18 tahun sebagai orang dewasa. Anak-anak yang masih kurang dari 18 tahun masih menjadi tanggung jawab orang tuanya kalau ia melanggar hukum pidana.[4]
Ø  REMAJA DITINJAU DARI SUDUT PERKEMBANGAN FISIK
Sebagai makhluk yang lambat perkembangannya, masa pematangan fisik ini berjalan lebih kurang 2 tahun dan biasanya dihitung dari mulai haid pada perempuan dan sejak seorang laki-laki mengalami mimpi basahnya. Dan apabila tumbuh rambut-rambut di bagian tertentu misalkan tumbuh kumis dan janggut pada laki-laki dan juga dilihat dari segi pertumbuhan badan semakin berkembang dan berisi.
Ø  PERKEMBANGAN INTELEK
Perkembangan intelek sering dikenal di dunia psikologi maupun pendidikan dengan istilah kognitif. Perkembangan kognitif manusia merupakan proses psikologis yang didalamnya melibatkan proses memperoleh, menyusun, dan menggunakan pengetahuan, serta kegiatan mental seperti berfikir, menimbang, mengamati, mengingat, menganalisis, mensintsis, mengevaluasi, dan memecahkan persoalan yang berlangsung melalui interaksi dengan lingkungan.
Tahap yang dialami oleh remaja pada usia 18-21 tahun adalah tahap operasional formal, yang pada tahap ini ia telah mampu mewujudkan suatu keseluruhan dalam pekerjaannya yang merupakan hasil dari berfikir logis. Aspek perasaan dan moralnya juga telah berkembang sehingga dapat mendukung penyelesaian tugas-tugasnya. Pada tahap ini, interaksinya dengan lingkungan sudah amat luas, menjangkau banyak teman sebayanya dan bahkan berusaha untuk dapat berinteraksi dengan orang dewasa. Kondisi seperti ini tidak jarang menimbulkan masalah dalam interaksinya dengan orang tua. Namun sebenarnya secara diam-diam mereka juga masih mengharapkan perlindungan dari orang tua karena belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Jadi pada tahap ini adanya terik menarik antara rasa ingin bebas dengan ingin dilindungi.
Karena pada tahap ini anak sudah mulai mampu mengembangkan pikiran formalnya, mereka juga mulai mampu mencapai logika dan rasio serta dapat menggunakan abstraksi. Arti simbolik dan kiasan dapat mereka pahami. Melibatkan mereka dalam suatu kegiatan akan memberikan pengaruh yang positif bagi perkembangan kognitifnya. Misalkan, menulis puisi, lomba karya ilmiah, dan sejenisnya.

<ahref="http://www.ziddu.com/download/20528153/RemajadanPerkembangannyapsikologiperkemb
angan.docx.html">download</a>


[1] Mohammad Ali, Mohammad Asrori, Psikologi Remaja, Bumi Aksara,cet. 4, Jakarta, 2008, hal. 9
[2] Desmita, Psikologi Perkembangan, Bandung: Remaja Rosdakarya,cet. 3,  2007, hal. 192
[3] Mohammad Ali, Mohammad Asrori, Psikologi Remaja, Bumi Aksara,cet. 4, Jakarta, 2008, hal. 10
[4] Sarlito wirawan sartono, psikologi Remaja, Raja Grafindo Persada, Cet. 3, 2002, hal. 4-5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar